KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN PONOROGO

Guyub, Rukun, Harmonis, Hebat

Advertisement

Memperingati HARLAH Ke-3, IPARI Ponorogo Gelar Festival Penyuluh Agama 2026 dan Gaungkan Ekoteologi

PONOROGO – Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Ponorogo menggelar acara akbar bertajuk Festival Penyuluh Agama 2026 di Mall Ponorogo City Center (PCC), Ahad (24/5/2026). Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Lahir (HARLAH) IPARI yang ke-3.

Mengusung tema besar “IPARI Merawat Negeri: Gerakan Spiritual, Literasi, dan Ekoteologi”, festival tersebut menghadirkan berbagai agenda penting, mulai dari Seminar Dakwah Ekoteologi, rangkaian perlombaan, IPARI Ponorogo Award, hingga bazar UMKM. Acara ini turut dihadiri jajaran pejabat dari Kementerian Agama RI dan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur.

Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo, Mohamad Thohari, S.Ag., M.H., hadir secara langsung untuk memberikan sambutan sekaligus arahan kepada para penyuluh agama. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya festival yang dinilai mampu memperkuat peran strategis penyuluh agama di tengah masyarakat.

Dalam arahannya, Mohamad Thohari menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kuantitas dan kualitas penyuluh agama. Menurutnya, jumlah penyuluh yang ada saat ini harus dibarengi dengan peningkatan kompetensi agar mampu menjawab tantangan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.

“Penyuluh agama harus terus meningkatkan kapasitas diri, baik dalam wawasan keagamaan, literasi digital, maupun kemampuan sosial kemasyarakatan,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi pelaksanaan Festival Penyuluh Agama 2026 yang dinilai sebagai bentuk nyata integritas dan komitmen IPARI dalam mengabdi kepada masyarakat. Kegiatan kreatif yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dianggap mampu mendekatkan penyuluh agama dengan publik secara lebih luas.

Selain itu, Mohamad Thohari menyoroti pentingnya penyusunan peta dakwah wilayah Ponorogo secara akurat. Menurutnya, pemetaan yang baik akan membantu para penyuluh agama dalam memahami potensi, tantangan, serta kebutuhan riil masyarakat di masing-masing wilayah binaan.

Pada poin terakhir, ia mendorong penguatan program Kampung Moderasi Beragama sebagai salah satu langkah strategis dalam menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama di tingkat akar rumput.

“Program Kampung Moderasi harus terus diperkuat agar menjadi pilar utama dalam merawat keharmonisan kehidupan beragama di masyarakat,” tegasnya.

Festival Penyuluh Agama 2026 ini menjadi momentum penting bagi IPARI Ponorogo untuk memperkuat sinergi dakwah, literasi, serta kepedulian terhadap lingkungan melalui gerakan ekoteologi yang relevan dengan tantangan zaman saat ini.