Plt. Kankemenag Ponorogo Serahkan Piala Juara Grand Final Festival Pencak Silat Beregu 2026

Ponorogo — Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo, H. Mohamad Thohari, S.Ag., M.H., menghadiri sekaligus menyerahkan piala kepada para juara dalam acara Grand Final Festival Pencak Silat Beregu Bhumi Warok Ponorogo 2026 yang digelar di depan Paseban Alun-Alun Kabupaten Ponorogo, Sabtu (30/5/2026).

Kehadiran Plt. Kankemenag Ponorogo dalam ajang bergengsi tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya bangsa, khususnya pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia yang sarat dengan nilai-nilai karakter, sportivitas, disiplin, serta akhlak mulia.

Dalam kesempatan tersebut, H. Mohamad Thohari secara langsung menyerahkan piala kepada para pemenang yang berhasil menunjukkan kemampuan terbaik sepanjang kompetisi. Penyerahan piala berlangsung meriah dan disambut antusias oleh para atlet, pelatih, official, serta masyarakat yang hadir menyaksikan jalannya acara.

Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, panitia, dan berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan Festival Pencak Silat Beregu Bhumi Warok Ponorogo 2026.

“Pencak silat bukan sekadar olahraga, tetapi juga sarana pembentukan karakter generasi muda yang tangguh, berintegritas, disiplin, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan. Semoga prestasi yang diraih menjadi motivasi untuk terus berkembang serta mengharumkan nama Ponorogo di berbagai ajang yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa pelestarian pencak silat sebagai budaya bangsa perlu terus didukung oleh seluruh elemen masyarakat. Selain menjaga warisan leluhur, pencak silat juga menjadi media yang efektif dalam membentuk generasi muda yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing.

Festival Pencak Silat Beregu Bhumi Warok Ponorogo 2026 menjadi ajang yang tidak hanya melahirkan atlet-atlet berprestasi, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam menjaga dan melestarikan budaya bangsa di tengah perkembangan zaman. Melalui kompetisi ini, nilai-nilai sportivitas, kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya lokal terus ditanamkan kepada generasi penerus.

Acara berlangsung meriah dengan antusiasme peserta dan masyarakat yang memadati kawasan Paseban Alun-Alun Ponorogo untuk menyaksikan penampilan terbaik para pesilat dari berbagai kontingen. Suasana penuh semangat dan kebanggaan mewarnai puncak festival yang menjadi salah satu agenda penting dalam pembinaan dan pengembangan pencak silat di Kabupaten Ponorogo.

(Humas Kankemenag Ponorogo)