Syiar Islam Lewat Seni dan Kitab, Plt. Kemenag Ponorogo Buka Pesantren Jarakan Festival 2026

PONOROGO – Selasa pagi (13/1/2026) ratusan santri dan pecinta seni Islami memadati area Pondok Pesantren Ittihadul Ummah, Desa Jarakan, Ponorogo, dalam rangka Opening Ceremony Pesantren Jarakan Festival Hadroh dan Musabaqoh Qiroatul Kutub (MQK) 2026.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo, H. Mohamad Thohari, S.Ag., MH. Acara berlangsung khidmat dan meriah, dihadiri para pengasuh pondok pesantren, dewan juri, serta peserta dari berbagai pesantren di Ponorogo dan sekitarnya.

Dalam sambutannya, H. Mohamad Thohari menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif Pondok Pesantren Ittihadul Ummah dalam menjaga dan mengembangkan tradisi literasi kitab kuning serta seni budaya Islam melalui festival ini.

Menjaga Tradisi di Era Modern

Menurutnya, Pesantren Jarakan Festival bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan ruang strategis bagi santri untuk menunjukkan bahwa tradisi pesantren tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

“Festival ini bukan hanya kompetisi, tetapi wadah bagi santri untuk membuktikan bahwa tradisi pesantren mampu bersaing di era digital. Membaca kitab bukan sekadar mengeja teks, melainkan memahami konteks, nilai keilmuan, dan membentuk akhlak,” ujar beliau di hadapan para peserta dan pengasuh pondok.

Salah satu cabang utama dalam festival ini adalah Musabaqoh Qiroatul Kutub (MQK), yang menguji kemampuan santri dalam membaca, menerjemahkan, serta memahami isi kitab kuning secara mendalam dan komprehensif. Selain itu, Festival Hadroh turut menjadi sarana syiar Islam melalui seni yang sarat dengan nilai spiritual dan budaya.

Melalui kegiatan ini, panitia berharap Pesantren Jarakan Festival 2026 dapat mempererat silaturahmi antar-pesantren di Kabupaten Ponorogo, sekaligus mencetak generasi muda yang unggul secara spiritual, intelektual, dan berakhlakul karimah.