Ponorogo (Kemenag) — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo menegaskan pentingnya menanamkan nilai dan semangat dakwah kepada generasi muda sejak usia dini. Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya pada kegiatan Festival Dai Cilik tingkat SD/MI yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme.
Dalam sambutannya, Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo menyampaikan bahwa penanaman ilmu dan semangat dakwah sejak dini merupakan langkah strategis dalam membentuk karakter anak yang religius, percaya diri, serta mampu menyampaikan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat.
“Anak-anak perlu dikenalkan dengan dakwah sejak kecil, agar mereka terbiasa menyampaikan pesan-pesan agama dengan cara yang santun dan menyejukkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kegiatan Dai Cilik bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sarana pembentukan jiwa dakwah pada diri anak. Melalui kegiatan ini, para peserta dilatih untuk berani tampil, berbicara di depan umum, serta memahami ajaran agama secara lebih mendalam.
“Kegiatan Dai Cilik ini sangat penting untuk membentuk jiwa dakwah. Dari sinilah akan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai keagamaan,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Plt. Kankemenag juga menyampaikan bahwa Festival Dai Cilik menjadi ajang sinergi dan silaturahmi antara lembaga pendidikan, orang tua, dan masyarakat. Menurutnya, kebersamaan dalam kegiatan keagamaan merupakan wujud nyata pengamalan ajaran agama dalam mempererat persaudaraan dan kebersamaan umat.
“Festival ini adalah bentuk sinergi dan silaturahmi kita semua karena ajaran agama. Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya membina anak-anak, tetapi juga memperkuat kebersamaan,” ungkapnya.
Festival Dai Cilik tingkat SD/MI ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wadah pembinaan generasi muda yang berakhlak mulia, berani berdakwah, serta mampu menjadi teladan di lingkungan sekitarnya.




