Plt. Kankemenag Ponorogo Buka dan Kukuhkan Kegiatan PGRI, Tekankan Peran Guru sebagai Teladan dan Agen Transformasi Pendidikan

Ponorogo (Kemenag) — Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo, Mohamad Thohari, S.Ag., M.H., secara resmi membuka kegiatan, mengukuhkan kepengurusan, sekaligus memberikan pembinaan pada kegiatan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang diselenggarakan di Kabupaten Ponorogo, Rabu (4/2/2026).

Dalam sambutannya, Plt. Kankemenag Ponorogo menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat ilmu pengetahuan yang dianugerahkan kepada seluruh insan pendidik. Ia menegaskan bahwa ilmu merupakan nikmat yang sangat mulia, sehingga guru memiliki kedudukan yang luhur dan strategis dalam membentuk karakter, peradaban, dan masa depan bangsa.

“Begitu mulianya guru. Maka jadilah kita teladan, tidak hanya dalam mengajar, tetapi juga dalam sikap, akhlak, dan pengabdian kepada masyarakat,” tegasnya di hadapan para peserta kegiatan.

Lebih lanjut, Mohamad Thohari menjelaskan bahwa PGRI memiliki tiga fungsi utama dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan nasional. Pertama, sebagai wadah perjuangan dan perlindungan guru, PGRI berperan memperjuangkan hak, kesejahteraan, serta perlindungan profesi guru. Kedua, sebagai organisasi profesi, PGRI berperan meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan etika guru melalui berbagai program pembinaan dan pelatihan. Ketiga, sebagai mitra pemerintah di bidang pendidikan, PGRI turut berkontribusi dalam perumusan kebijakan dan pembangunan pendidikan nasional.

Ia menegaskan bahwa peran strategis PGRI tersebut perlu terus diperkuat melalui sinkronisasi tugas dan fungsi Kementerian Agama dengan program-program PGRI, khususnya dalam mendukung implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), pelaksanaan Asta Protas Kementerian Agama, serta upaya mewujudkan pendidikan yang unggul, moderat, dan terintegrasi.

Menurutnya, seluruh ikhtiar tersebut sejalan dengan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 17 Tahun 2025, yang bertujuan membangun ekosistem pendidikan yang berlandaskan nilai rukun, maslahat, kecerdasan, dan kompetensi, guna mencetak generasi yang berkarakter, moderat, serta memiliki daya saing.

“PGRI merupakan mitra strategis pemerintah sekaligus wadah aspirasi para guru. Dengan sinergi yang kuat antara Kementerian Agama dan PGRI, kita berharap lahir pendidik yang profesional, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan dan umat,” pungkasnya.