Ponorogo (Humas) — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo menghadiri kegiatan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Ponorogo dalam rangka Halal Bihalal, Sosialisasi Bunda Inklusi, serta Peringatan Hari Kartini 2026. Kegiatan yang digelar di Aula Kemenag Ponorogo ini mengusung tema “Menghidupkan Semangat Kartini dalam Mewujudkan Pendidikan Inklusi yang Setara, Adil, dan Ramah bagi Seluruh Anak Bangsa.”
Acara berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan dengan dihadiri anggota Dharma Wanita Persatuan, jajaran pegawai, serta tamu undangan lainnya. Momentum ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas layanan dan kepedulian terhadap kelompok rentan.
Dalam sambutannya, Plt Kepala Kantor Kemenag Ponorogo menegaskan pentingnya Halal Bihalal sebagai sarana mempererat hubungan antarsesama serta membersihkan hati dari segala bentuk kesalahan.
Ia menyampaikan bahwa terdapat beberapa perbuatan yang diharamkan oleh Allah SWT terhadap sesama muslim, di antaranya mencuri, menghina, memukul, dan melukai. Oleh karena itu, melalui momentum ini, seluruh hadirin diajak untuk saling menghalalkan dan memaafkan, baik lahir maupun batin.
“Melalui kegiatan ini, mari kita saling memaafkan dengan tulus, menghilangkan segala bentuk kesalahan dan kekhilafan, sehingga tercipta hubungan yang harmonis dan penuh keberkahan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya menjaga sikap dan perilaku dalam kehidupan sosial serta menjauhi tindakan yang dapat merugikan orang lain. Nilai-nilai tersebut dinilai sebagai fondasi dalam membangun kehidupan beragama yang damai, rukun, dan saling menghargai.
Dalam rangka memperingati Hari Kartini 2026, Plt Kepala Kantor Kemenag Ponorogo juga mengajak seluruh peserta untuk meneladani perjuangan R.A. Kartini sebagai tokoh emansipasi wanita yang telah membuka akses pendidikan bagi perempuan.
“R.A. Kartini adalah sosok inspiratif yang menjadi ilham bagi kita semua dalam memperjuangkan kesetaraan, baik dalam pendidikan, karier, maupun dalam beramal saleh,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa baik laki-laki maupun perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berbuat kebaikan dan meraih kehidupan yang baik. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang inklusif, adil, dan ramah bagi semua.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari sosialisasi program Bunda Inklusi yang bertujuan mendorong terwujudnya pendidikan yang setara dan dapat diakses oleh seluruh anak bangsa tanpa terkecuali.
Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai kebersamaan, semangat keagamaan, serta perjuangan Kartini dapat terus menginspirasi dalam mewujudkan masyarakat yang harmonis, inklusif, dan berkeadilan.






