PONOROGO – Suasana khidmat dan penuh semangat menyelimuti halaman MAN 2 Ponorogo pada Kamis (15/1/2026). Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo, H. Mohamad Thohari, S.Ag, M.H, secara resmi membuka ajang bergengsi Festival Pesantren Nasional (FESPENAS) II.
Pembukaan FESPENAS II ditandai dengan pemukulan gong oleh Plt. Kakankemenag Ponorogo sebagai simbol dimulainya seluruh rangkaian kompetisi dan festival yang melibatkan santri dari berbagai daerah.
Semangat Kemajuan Negeri
Dalam sambutannya, H. Mohamad Thohari menyampaikan visi besar melalui slogan:
“Festival Pesantren Nasional Penuh Prestasi, Santri Bersatu Majukan Negeri.”
Slogan tersebut menjadi pelecut semangat bagi seluruh peserta bahwa prestasi yang diraih dalam ajang FESPENAS bukan semata-mata untuk kebanggaan pribadi, melainkan sebagai kontribusi nyata santri dalam pembangunan bangsa dan kemajuan negeri.
Beliau menegaskan bahwa santri memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, serta menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Pesan Moral: Menghargai Kelebihan Sesama
Selain memberikan motivasi kompetisi, Plt. Kakankemenag Ponorogo juga menyampaikan pesan moral yang mendalam sebagai refleksi bagi seluruh hadirin. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kerendahan hati dan saling menghargai antar sesama, khususnya di lingkungan pesantren.
“Janganlah engkau menghina orang lain, karena tiap-tiap orang mempunyai potensi,” tegasnya di hadapan para santri.
Pesan tersebut diperkuat dengan kutipan mahfudzot (kata mutiara dalam bahasa Arab):
لا تحتقر من دونك فلكل شيء مزية
(Lā tahtaqir man dūnaka falikulli syai’in maziyyatun)
Artinya: “Janganlah meremehkan siapa pun yang berada di bawahmu, karena setiap sesuatu memiliki kelebihan (keistimewaan) masing-masing.”
Melalui FESPENAS II ini, diharapkan seluruh santri dapat menyalurkan bakat dan potensinya secara positif, menjunjung tinggi sportivitas, serta mempererat persatuan antar pesantren demi melahirkan generasi yang berprestasi, berakhlak mulia, dan berdaya saing.









