FGD Penguatan Pencak Silat, Kemenag Ponorogo Dorong Pendidikan Unggul, Ramah dan Terintegrasi

PONOROGO – Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo, Mohamad Thohari, S.Ag., M.H., hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia Kabupaten Ponorogo bersama Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo, Jumat (13/2/2026) di Aula Bapperinda Kabupaten Ponorogo.

FGD mengangkat tema “Sinergi Pemerintah, IPSI dan Sekolah dalam Penguatan Pencak Silat sebagai Warisan Budaya Tak Benda”. Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Bagian Hukum Setda, jajaran pengurus IPSI, serta perwakilan Kepala Sekolah SD, SMP, MI, MTs, dan MA se-Kabupaten Ponorogo.

Silat sebagai Identitas dan Warisan Budaya

Dalam paparannya, Mohamad Thohari menegaskan bahwa Kabupaten Ponorogo memiliki potensi besar dengan keberadaan 25 perguruan pencak silat yang aktif membina generasi muda. Menurutnya, pencak silat bukan hanya olahraga bela diri, tetapi juga warisan budaya bangsa yang sarat nilai agama, seni, dan spiritualitas.

“Pencak silat adalah identitas budaya yang harus kita jaga. Ia mengandung nilai kedisiplinan, tanggung jawab, persaudaraan, serta akhlak mulia. Ini sejalan dengan misi Kementerian Agama dalam mewujudkan pendidikan yang unggul dan ramah,” tegasnya.

Silat dan Moderasi Beragama

Dalam perspektif keagamaan, pencak silat dinilai sebagai sarana pembinaan karakter yang selaras dengan prinsip moderasi beragama. Latihan silat mengajarkan keseimbangan antara kekuatan fisik dan kematangan spiritual. Nilai kesabaran, kerendahan hati (tawadhu’), sportivitas, serta pengendalian diri menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang tidak ekstrem, menghargai perbedaan, dan menjunjung tinggi persaudaraan.

Sebagaimana hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah.” Kekuatan yang dimaksud bukan hanya fisik, tetapi juga mental dan spiritual.

Silat sebagai Media Pendidikan Karakter

Pencak silat memadukan empat unsur utama:

  • Olahraga → membentuk fisik yang sehat dan kuat
  • Seni → menghadirkan keindahan gerak dan budaya
  • Spiritual → membangun akhlak dan pengendalian diri
  • Sosial → memperkuat persatuan dan kebersamaan

Dengan pendekatan ini, silat mampu mencetak generasi yang kuat secara fisik, tangguh secara mental, serta berkarakter kebangsaan.

Potensi Madrasah di Ponorogo

Plt. Kankemenag juga menyampaikan bahwa terdapat 290 madrasah (MI, MTs, dan MA) di Kabupaten Ponorogo yang memiliki potensi besar untuk mengembangkan pencak silat sebagai muatan lokal maupun ekstrakurikuler. Hal ini selaras dengan penguatan Asta Protas Kementerian Agama dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing.

Melalui sinergi lintas sektor, FGD ini diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang akan diajukan kepada Pemerintah Kabupaten Ponorogo dalam bentuk Peraturan Bupati, Surat Edaran, maupun Nota Kesepahaman (MoU).

Dengan kolaborasi antara Pemerintah Daerah, IPSI, Dinas Pendidikan, dan Kementerian Agama, pencak silat diharapkan semakin kokoh sebagai warisan budaya tak benda, sekaligus menjadi pilar pembinaan generasi Ponorogo yang berprestasi, berkarakter, serta siap bersaing di tingkat daerah, nasional, hingga internasional.

#KemenagPonorogo
#IPSI_Ponorogo
#FGDSilat2026
#ModerasiBeragama
#MadrasahUnggulRamah
#AstaProtasKemenag
#PencakSilatWarisanBudaya
#SinergiUntukPrestasi
#PonorogoHebat