Ponorogo – Kajian Ramadan edisi ke-7 digelar pada Kamis (12/3/2026) di Masjid Al Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo. Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Kasi Bimas) Islam, Hayat Prihono Wiyadi, S.Ag, M.H sebagai pemateri. Kajian ini diikuti oleh jajaran pegawai Kemenag yang secara rutin mengikuti kegiatan pembinaan keagamaan selama bulan suci Ramadan.
Dalam pemaparannya, Hayat Prihono Wiyadi menyampaikan bahwa ibadah puasa tidak sekadar menahan rasa lapar dan dahaga sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Menurutnya, puasa juga mengandung makna pengendalian diri secara menyeluruh sebagai bentuk latihan spiritual bagi setiap muslim.
Ia menjelaskan bahwa selama menjalankan ibadah puasa, umat Islam dituntut untuk menjaga panca indera dari berbagai hal yang dapat mengurangi nilai ibadah. Mata, telinga, lisan, serta anggota tubuh lainnya hendaknya dijaga dari perbuatan yang tidak baik agar puasa yang dijalankan tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga bernilai sempurna di sisi Allah SWT.
“Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga seluruh anggota tubuh dari perbuatan yang tidak baik. Dengan begitu, puasa menjadi sarana untuk melatih pengendalian diri dan meningkatkan kualitas keimanan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung mengenai metode penentuan awal bulan dalam kalender hijriah. Menurutnya, secara umum terdapat dua pendekatan yang digunakan, yaitu hisab dan rukyat. Metode hisab merujuk pada perhitungan astronomi yang salah satunya diambil pelajarannya dari kisah dalam Al-Qur’an, seperti pada Surat Yusuf ayat 5. Sementara metode rukyat didasarkan pada hadis Nabi Muhammad SAW yang menganjurkan umat Islam untuk melihat hilal sebagai tanda masuknya awal bulan.
Terkait penentuan awal Syawal tahun ini, Hayat menyampaikan bahwa terdapat potensi perbedaan antara hasil perhitungan hisab dan rukyatul hilal. Berdasarkan perhitungan hisab, 1 Syawal tahun ini dimungkinkan ada perbedaan. Meski demikian, ia mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan.
Melalui kajian Ramadan ini diharapkan para pegawai Kemenag dapat semakin memahami makna puasa secara lebih mendalam serta mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
KajianRamadan #KajianRamadanKemenag #Ramadan1447H #KemenagPonorogo #BimasIslam #MasjidAlIkhlas #RamadanBerkah #SyiarRamadan #ModerasiBeragama #KemenagRI #ASNBerAKHLAK





