Di Madrasah Diniah (Madin) Miftahul Ulum Dusun Gupolo, selama ini anak-anak mengaji dengan kondisi buku Iqro’ dan Al-Qur’an yang sangat terbatas. Jumlah santri yang banyak tidak sebanding dengan buku yang tersedia, sehingga mereka harus bergantian memakai satu buku secara bersamaan. Hal ini tentu menyulitkan proses belajar, karena waktu mengaji menjadi tidak efektif dan ustadz ustadzah yang mengajar kesulitan memantau perkembangan setiap anak secara maksimal. Melihat kondisi tersebut, kelompok KKN 120 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kemudian berkolaborasi dengan Kemenag Kabupaten Ponorogo untuk mengadakan bantuan. Melalui kolaborasi ini, terkumpul beberapa mushaf Al-Qur’an dan Iqra’ untuk para santri yang ada di Madin Miftahul Ulum.
Prosesi penyerahan bantuan dilaksanakan pada tanggal 6 Agustus 2026 dan berlangsung dalam suasana yang khidmat. Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Madin Miftahul Ulum beserta para ustadz ustadzah, serta puluhan santri. Kepala Madrasah Diniah Miftahul Ulum, KH. Tambir menyampaikan rasa Syukur dan terimakasih atas kepedulian yang ditunjukkan oleh para Mahasiswa KKN 120 UIN Sunan Kalijaga serta pihak Kemenag Ponorogo.
Dalam sambutannya, beliau menekankan betapa bermakna dan berharganya bantuan ini bagi keberlangsungan aktivitas mengaji para santri di dusun Gupolo Kulon. “ kami berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada para mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang telah membantu menyalurkan bantuan berupa Al-Qur’an dan Iqra’ dari Kemenag Ponorogo. Bantuan ini sangat berarti bagi anak-anak di Madin ini.” Ujar KH. Tambir selaku kepala Madin. Harapan dengan adanya Al-Qur’an dan Iqra’ ini, seluruh santri Madin Miftahul Ulum dapat lebih bersemangat dalam belajar dan mengaji.
Sementara itu, perwakilan dari rekan-rekan mahasiswa, Firmansyah Adi, menyapaian bahwa kesempatan mengajar dan mendampingi para santri di Madin Miftahul Ulum bukan hanya bentuk pengabdian, melainkan juga sebuah ruang untuk kita belajar. “ kami mengucapkan terimakasih yang mendalam kepada KH. Tambir dan seluruh pengurus yang telah bersedia menerima kehadiran kami. Madin Miftahul Ulum ini menjadi ruang belajar bagi kami untuk mengamalkan ilmu pengetahuan yang sudah kami dapatkan di kampus.” Ujar Firmansyah Adi.
Setelah peyampaian sambutan dilanjutkan prosesi penyerahan bantuan dari Kemenag Ponorogo secara simbolis dengan menyerahkan langsung kepada Kepala Madrasah KH. Tambir dan didampingi oleh perwakilan pengajar madrasah.
Pengadaan Al-Qur’an dan Iqra’ dirancang sebagai bentuk kepedulian berkelanjutan. Mahasiwa tidak hanya datang untuk menuntaskan kewajiban akademis kampus saja, tetapi juga ingin meninggalkan jejak kebaikan yang dapat terus dirasakan manfaatnya bagi anak-anak dan ustad ustadzah yang mengajar.
















