Tingkatkan Kualitas Pendidik, Plt. Kakankemenag Ponorogo Buka Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)

Ponorogo (Kemenag) — Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidik dan mutu pembelajaran di madrasah, Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo, H. Mohamad Thohari, S.Ag., MH, secara resmi membuka kegiatan Workshop Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), Rabu (7/1/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut diikuti oleh para guru dari madrasah piloting, yakni MTsN 1 Ponorogo dan MTsN 3 Ponorogo. Workshop ini menjadi langkah awal penerapan Kurikulum Berbasis Cinta sebagai kurikulum transformasional di lingkungan madrasah.

Dalam sambutannya, H. Mohamad Thohari menegaskan bahwa implementasi Kurikulum Berbasis Cinta merupakan kebijakan strategis Kementerian Agama dalam menjawab tantangan pendidikan masa kini. Ia menyampaikan bahwa kebijakan ini selaras dengan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum.

“Kurikulum Berbasis Cinta bukan sekadar metode pengajaran, melainkan ikhtiar serius untuk membentuk karakter peserta didik yang utuh,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa esensi KBC berfokus pada penguatan nilai-nilai fundamental, di antaranya peningkatan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta penanaman nilai cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta diri sendiri dan sesama, cinta lingkungan, serta cinta tanah air.

“Kurikulum Berbasis Cinta ini adalah jawaban atas tantangan zaman. Kita ingin mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan kepedulian sosial yang tinggi sesuai amanat KMA 1503 Tahun 2025,” ujar Mohamad Thohari di hadapan para peserta workshop.

Melalui kegiatan ini, kompetensi guru di MTsN 1 dan MTsN 3 Ponorogo diperkuat agar mampu menyusun dan mengimplementasikan perangkat pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai “cinta” dalam setiap mata pelajaran. Sebagai madrasah piloting, kedua lembaga tersebut diharapkan menjadi role model bagi madrasah lain di Kabupaten Ponorogo dalam keberhasilan penerapan kurikulum terbaru ini.

Dengan terselenggaranya workshop ini, diharapkan para guru memiliki pemahaman yang komprehensif sehingga proses pembelajaran di kelas dapat berlangsung lebih humanis, religius, dan inspiratif, sejalan dengan visi pendidikan madrasah yang berkarakter dan berdaya saing.