Ponorogo – Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo, H. Mohamad Thohari, S.Ag., M.H., menghadiri sekaligus menjadi pemateri dalam kegiatan Pengajian Rutin MTP IPHI yang digelar di Aula Kankemenag Ponorogo, Sabtu (26/4/2026).
Kegiatan ini berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan, terlebih karena dirangkaikan dengan momentum Halal Bihalal yang menjadi tradisi khas masyarakat Indonesia pasca Hari Raya Idulfitri.
Dalam ceramahnya, H. Mohamad Thohari menyampaikan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan memiliki makna mendalam dalam kehidupan sosial dan spiritual umat Islam.
“Halal Bihalal adalah tradisi bangsa Indonesia yang sarat makna. Di dalamnya terkandung nilai silaturahmi sekaligus saling memaafkan, sebagaimana diajarkan dalam agama Islam,” ungkapnya.
Beliau juga mengingatkan pentingnya menyelesaikan urusan antar sesama manusia (hablum minannas), terutama dalam hal meminta maaf atas kesalahan yang pernah dilakukan.
Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan sebuah pesan penting tentang kondisi manusia di hari akhir:
“Kelak ada umat Nabi Muhammad di hari kiamat yang datang dengan membawa pahala sholat, puasa, zakat, dan ibadah lainnya. Namun karena belum meminta maaf kepada orang yang pernah didzalimi, maka pahala-pahala tersebut akan diberikan kepada orang yang didzalimi. Jika belum cukup, maka dosa-dosa orang tersebut akan dibebankan kepadanya,” jelasnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh jamaah agar tidak menunda untuk saling memaafkan dan memperbaiki hubungan dengan sesama.
Kegiatan pengajian ini diharapkan mampu mempererat tali silaturahmi antar anggota IPHI serta menjadi sarana peningkatan keimanan dan ketakwaan, khususnya dalam memaknai pentingnya saling memaafkan.
Di akhir ceramahnya, H. Mohamad Thohari mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa menjaga hubungan baik dengan sesama manusia.
“Semoga kita semua tidak termasuk golongan yang merugi karena lalai meminta maaf kepada sesama,” pungkasnya.



