Pelepasan Jemaah Haji Ponorogo 2026: Plt. Kepala Kankemenag Hadir dan Doakan Kloter SUB-19 & SUB-20

Ponorogo – Suasana khidmat menyelimuti depan Pendopo Kabupaten Ponorogo saat rombongan jemaah haji tahun 1447 H / 2026 M resmi diberangkatkan. Momentum penuh haru ini dihadiri langsung oleh Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Ponorogo, H. Mohamad Thohari, S.Ag., M.H., yang turut memastikan seluruh proses keberangkatan berjalan lancar dan sesuai jadwal.

Kehadiran beliau menjadi simbol komitmen Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para jemaah, sejalan dengan semangat penyelenggaraan haji tahun ini, yakni “Haji Ramah Lansia, Perempuan, dan Disabilitas.”

Dua Gelombang Keberangkatan

Berdasarkan jadwal resmi, pemberangkatan jemaah haji Ponorogo terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter):

  • Kloter SUB-19
    Prosesi dimulai sejak dini hari pukul 00.00 WIB. Jemaah dilepas secara resmi pada pukul 01.00 WIB. Selanjutnya, rombongan dijadwalkan tiba di Asrama Haji Embarkasi Surabaya pada pukul 07.00 WIB, setelah sebelumnya beristirahat dan melaksanakan Sholat Subuh di Rest Area Tol 726.
  • Kloter SUB-20
    Gelombang kedua diberangkatkan pada pagi hari. Jemaah mulai berkumpul sejak pukul 06.00 WIB dan diberangkatkan dari Pendopo Kabupaten pada pukul 07.00 WIB. Mereka dijadwalkan tiba di embarkasi pada pukul 12.10 WIB.

Sinergi Lintas Sektor

Dalam sambutannya, H. Mohamad Thohari menyampaikan apresiasi atas sinergi berbagai pihak yang terlibat dalam proses pemberangkatan ini. Mulai dari Pemerintah Kabupaten Ponorogo, aparat kepolisian yang melakukan pengawalan (patwal), hingga tim medis yang siaga mendampingi para jemaah.

Beliau juga berpesan kepada seluruh jemaah agar senantiasa menjaga kesehatan, memperkuat kebersamaan, serta saling membantu selama perjalanan hingga menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Semoga seluruh jemaah diberikan kelancaran, kesehatan, dan kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur,” ungkapnya penuh harap.

Pelepasan ini menjadi awal perjalanan spiritual yang dinanti-nantikan, sekaligus wujud pelayanan maksimal pemerintah dalam memastikan kenyamanan dan keselamatan jemaah haji sejak dari daerah hingga ke Tanah Suci.